Sebenarnya pertanyaan tentang "mengapa dulu Saya mengalami shaking, menggigil, dan bergetar setelah melahirkan?" sudah ada di benak Saya sejak melahirkan anak pertama Saya, Ilyasa, pada tanggal 25 Oktober 2008 dua tahun yang lalu. Pertanyaan ini juga sudah Saya ajukan ke dokter yang menangani kelahiran anak Saya, dr. Yatiman, bahkan pertanyaan itu Saya ajukan tepat ketika Saya sedang mengalami kejang dan dokter juga sedang menjahit luka robek akibat melahirkan. Dan jawaban dokter "tidak apa-apa Bu, ini hal yang biasa".
Jadi ceritanya begini. Tanggal 24 Okober 2008, pukul 03.30 pagi Saya mulai merasakan kontraksi. Saya pikir itu kontraksi palsu seperti yang 3 hari sebelumnya sempat Saya rasakan. Saya pikir masih kontraksi palsu karena waktu itu juga masih H-10 dari due date melahirkan. Jam 05.30 Saya paksakan untuk bangun dan Sholat Subuh, dan Saya kaget sekali karena ada flek darah di urin Saya. Sayapun akhirnya menceritakan hal itu kepada ibu, dan ibu juga kaget karena kenapa Saya baru cerita kalau dari sebelum subuh Saya sudah mengalami kontraksi. Jam 07.00 Saya dan Ibu berangkat ke Rumah Sakit setelah menyempatkan diri mandi, minum teh hangat, dan makan pagi. Ketika sampai di Rumah Sakit, suster mencek kondisi bukaan Saya dan ternyata masih bukaan satu. Pukul 09.00 lendir darah keluar lagi dan setelah dicek sudah masuk ke bukaan dua. Jam 10.00 dokter datang untuk memeriksa dan memprediksi kemungkinan baby baru akan lahir sekitar jam 22.00 malam karena ini adalah kelahiran pertama, yang biasanya memang memakan waktu yang cukup lama. Tetapi ternyata ketika jam dinding sudah menunjukkan pukul 22.00, Saya baru bukaan lima, dan baby Saya, Ilyasa, baru lahir tepat pukul 03.30 pagi alias 24 jam setelah kontraksi pertama terasa. Setelah baby lahir dan placenta Saya dikeluarkan semua (Saya masih ingat rasanya ketika dokter menarik pelan-pelan placenta dari rahim Saya), dokter mengatakan akan mulai menjahit Saya. "Dibius lokal dulu ya Bu" kata dokter. Saya tidak begitu ingat bagian mana dari tubuh Saya yang disuntik dokter, tapi tidak lama kemudian Saya merasakan tubuh Saya mulai menggigil, bergetar alias shaking. Bergetarnya bukan karena kedinginan. Dan Saya benar-benar tidak mampu mengontrol tubuh Saya untuk menahan shaking itu. Dari gerakan shaking yang semula hanya shaking pelan, lama-lama menjadi semakin kuat, sampai bed tempat Saya tidurpun ikut bergetar. Saya tidak pernah tidak sadar ketika melahirkan, pun sampai saat Saya shaking, maka Sayapun sempat bertanya ke dokter "dokter, kenapa badan Saya gemetaran?". "Tidak apa-apa Bu, itu biasa kok". Dan setelah dokter selesai menjahitpun Saya masih gemetaran. Jadi menurut Saya gemetarnya lebih dari 5 menit. Tak lama setelah selesai menjahit, dokter menyuruh Saya tidur dan menyuruh suster memasang selang infus. Gagal deh IMD. Jam 06.00 pagi Saya terbangun dan badan Saya sudah segar kembali. Dengan dituntun suami, Saya minta diantar untuk melihat anak Saya di kamar bayi.
Selang sehari setelah peristiwa itu, Sayapun menceritakan hal itu kepada Ibu Saya. Dan kata ibu Saya, mungkin penyebabnya Hb Saya rendah. Ketika Saya keluar dari rumah sakit, Saya baca hasil cek darah Saya dari lab RS Bersalin tempat Saya melahirkan, dan memang ketika mau melahirkan, Hb Saya berada di level minimum, 11 g/dl.
Hari kedua melahirkan, Mbak Nana, teman Saya mengunjungi Saya di rumah Sakit. Saya sempatkan bertanya pada Mbak Nana apakah dia juga mengalami shaking setelah melahirkan?. Menurut Mbak Nana dia tidak mengalami shaking setelah melahirkan.
Dan, setelah 2 tahun lamanya menyimpan tanda tanya tentang penyebab shaking-nya Saya setelah melahirkan, Alhamdulillah akhirnya Sayapun mulai menemukan jawabannya. Berawal dari diskusi di thread Epidural/ILA di TUM, ada mama yang sharing pengalamannya mengalami shaking setelah disuntik enestesi epidural. Kemudian Sayapun juga share disitu kalau Saya juga pernah mengalami shaking, tapi bedanya Saya shaking justru setelah baby lahir. Dan ternyata dari situ akhirnya ada beberapa mama yang juga sharing kalau mereka juga mengalami shaking juga seperti yang Saya alami, dan penyebabnya karena anestesi. Ada juga mama yang sharing kalau penyebab shaking setelah melahirkan karena tubuh sedang menyesuaikan temperatur. Penasaran dengan apa sebenarnya penyebab shaking setelah melahirkan, Sayapun mulai browsing di internet penyebab shaking setelah melahirkan, dan akhirnya Saya temukan jawabannya. Dan ternyata jawaban para Mama di thread Epidural TUM itu benar semua, pintar-pintar ya mereka :).
Menurut www. answerbag.com penyebab uncontrollable shaking after delivering baby adalah:
The most probable cause of shaking after delivery is the body trying to regulate bits temperature after very difficult work and labor, according to dr. William Sears
Typically, wrapping or covering yourself with warm blankets helps to relieve the uncontrollable shaking after a standard vaginal birth.
Some women experience chills and shaking after birth due to their IV fluids. Often, the fluids are cooler than the blood and cause chills.
Jadi ceritanya begini. Tanggal 24 Okober 2008, pukul 03.30 pagi Saya mulai merasakan kontraksi. Saya pikir itu kontraksi palsu seperti yang 3 hari sebelumnya sempat Saya rasakan. Saya pikir masih kontraksi palsu karena waktu itu juga masih H-10 dari due date melahirkan. Jam 05.30 Saya paksakan untuk bangun dan Sholat Subuh, dan Saya kaget sekali karena ada flek darah di urin Saya. Sayapun akhirnya menceritakan hal itu kepada ibu, dan ibu juga kaget karena kenapa Saya baru cerita kalau dari sebelum subuh Saya sudah mengalami kontraksi. Jam 07.00 Saya dan Ibu berangkat ke Rumah Sakit setelah menyempatkan diri mandi, minum teh hangat, dan makan pagi. Ketika sampai di Rumah Sakit, suster mencek kondisi bukaan Saya dan ternyata masih bukaan satu. Pukul 09.00 lendir darah keluar lagi dan setelah dicek sudah masuk ke bukaan dua. Jam 10.00 dokter datang untuk memeriksa dan memprediksi kemungkinan baby baru akan lahir sekitar jam 22.00 malam karena ini adalah kelahiran pertama, yang biasanya memang memakan waktu yang cukup lama. Tetapi ternyata ketika jam dinding sudah menunjukkan pukul 22.00, Saya baru bukaan lima, dan baby Saya, Ilyasa, baru lahir tepat pukul 03.30 pagi alias 24 jam setelah kontraksi pertama terasa. Setelah baby lahir dan placenta Saya dikeluarkan semua (Saya masih ingat rasanya ketika dokter menarik pelan-pelan placenta dari rahim Saya), dokter mengatakan akan mulai menjahit Saya. "Dibius lokal dulu ya Bu" kata dokter. Saya tidak begitu ingat bagian mana dari tubuh Saya yang disuntik dokter, tapi tidak lama kemudian Saya merasakan tubuh Saya mulai menggigil, bergetar alias shaking. Bergetarnya bukan karena kedinginan. Dan Saya benar-benar tidak mampu mengontrol tubuh Saya untuk menahan shaking itu. Dari gerakan shaking yang semula hanya shaking pelan, lama-lama menjadi semakin kuat, sampai bed tempat Saya tidurpun ikut bergetar. Saya tidak pernah tidak sadar ketika melahirkan, pun sampai saat Saya shaking, maka Sayapun sempat bertanya ke dokter "dokter, kenapa badan Saya gemetaran?". "Tidak apa-apa Bu, itu biasa kok". Dan setelah dokter selesai menjahitpun Saya masih gemetaran. Jadi menurut Saya gemetarnya lebih dari 5 menit. Tak lama setelah selesai menjahit, dokter menyuruh Saya tidur dan menyuruh suster memasang selang infus. Gagal deh IMD. Jam 06.00 pagi Saya terbangun dan badan Saya sudah segar kembali. Dengan dituntun suami, Saya minta diantar untuk melihat anak Saya di kamar bayi.
| Ilyasa ketika Saya tengok di ruang bayi |
Hari kedua melahirkan, Mbak Nana, teman Saya mengunjungi Saya di rumah Sakit. Saya sempatkan bertanya pada Mbak Nana apakah dia juga mengalami shaking setelah melahirkan?. Menurut Mbak Nana dia tidak mengalami shaking setelah melahirkan.
Dan, setelah 2 tahun lamanya menyimpan tanda tanya tentang penyebab shaking-nya Saya setelah melahirkan, Alhamdulillah akhirnya Sayapun mulai menemukan jawabannya. Berawal dari diskusi di thread Epidural/ILA di TUM, ada mama yang sharing pengalamannya mengalami shaking setelah disuntik enestesi epidural. Kemudian Sayapun juga share disitu kalau Saya juga pernah mengalami shaking, tapi bedanya Saya shaking justru setelah baby lahir. Dan ternyata dari situ akhirnya ada beberapa mama yang juga sharing kalau mereka juga mengalami shaking juga seperti yang Saya alami, dan penyebabnya karena anestesi. Ada juga mama yang sharing kalau penyebab shaking setelah melahirkan karena tubuh sedang menyesuaikan temperatur. Penasaran dengan apa sebenarnya penyebab shaking setelah melahirkan, Sayapun mulai browsing di internet penyebab shaking setelah melahirkan, dan akhirnya Saya temukan jawabannya. Dan ternyata jawaban para Mama di thread Epidural TUM itu benar semua, pintar-pintar ya mereka :).
Menurut www. answerbag.com penyebab uncontrollable shaking after delivering baby adalah:
The most probable cause of shaking after delivery is the body trying to regulate bits temperature after very difficult work and labor, according to dr. William Sears
Menurut www.ehow.com bisa juga disebabkan karena faktor berikut:
After delivering the placenta, it is common for a woman to experience uncontrollable shaking due to hormonal changes after birth, says GivingBirthNaturally.com.Typically, wrapping or covering yourself with warm blankets helps to relieve the uncontrollable shaking after a standard vaginal birth.
Some women experience chills and shaking after birth due to their IV fluids. Often, the fluids are cooler than the blood and cause chills.
Consideration
Sometimes shaking after delivery is so severe it becomes difficult to hold a newborn baby. Simply wait until the shaking subsides.
Sometimes shaking after delivery is so severe it becomes difficult to hold a newborn baby. Simply wait until the shaking subsides.







3 comments:
wahhh mbaaa..postingan yg bermanfaat,,tfs mbaa..soalnya dulu saya jg ngalamin shaking after birth..karna ga ngerti,saya pikir karna kedinginan di ruang operasi,soalnya begitu masuk kamar perawatan alhmd langsung berhenti shakingnya..eh mbaa,selamat ya dh hamil lg,insya Allah lancar dan sehat..saya dh kirim email dh lama,tp ko blm dibales y mbaa...tp gpp mb,ngerti aj ko sesama ibu2,he2..
mbaaa sy ijin link artikel ini yaa di blog sy..
mimpinyakami...ya mbak Dian,silahkan.
Post a Comment